Peresmian Pasar Gimbal Desa Mangunjaya, Ikhtiar Desa Menguatkan Ekonomi Rakyat di Tengah Perubahan Zaman
MANGUNJAYA — Pemerintah Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran secara resmi meresmikan Pasar Gimbal Desa Mangunjaya pada Minggu, 18 Januari 2026. Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Desa Mangunjaya, Camat Mangunjaya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangunjaya, Babinsa, anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, perangkat desa, para kepala dusun, serta para pedagang dan pengunjung Pasar Gimbal.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang kian praktis serta pesatnya perkembangan teknologi digital, pasar tradisional kerap dipersepsikan kehilangan daya saing. Namun, langkah yang diambil Pemerintah Desa Mangunjaya justru menunjukkan bahwa pasar tradisional masih memiliki peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi desa.
Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Mangunjaya membangun bangunan pasar baru yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Pembangunan ini dilakukan sebagai upaya relokasi pedagang dari bangunan pasar lama yang kondisinya telah rapuh dan tidak lagi layak digunakan. Kini, pasar baru tersebut resmi digunakan dan mulai beroperasi, menandai babak baru aktivitas perdagangan masyarakat Mangunjaya.
Pembangunan pasar ini mencerminkan keberpihakan Pemerintah Desa Mangunjaya terhadap ekonomi kerakyatan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, pasar baru menjadi bagian dari visi mewujudkan Desa Mangunjaya yang unggul, raharja, dan mawacara—desa yang maju secara ekonomi, sejahtera masyarakatnya, serta tetap berpijak pada nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Secara fisik, kehadiran pasar baru membawa harapan akan ruang jual beli yang lebih aman, bersih, dan tertata. Infrastruktur yang lebih layak diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional sebagai pusat ekonomi lokal.
Namun demikian, tantangan pasar tradisional tidak berhenti pada pembangunan bangunan semata. Perubahan pola konsumsi masyarakat, meningkatnya layanan belanja digital, serta tuntutan efisiensi mengharuskan pasar untuk terus beradaptasi. Tanpa penguatan sistem pengelolaan dan inovasi layanan, pasar berisiko kembali sepi setelah euforia peresmian berlalu.
Padahal, pasar tradisional memiliki keunggulan yang sulit tergantikan. Produk segar, harga yang relatif terjangkau, serta perputaran ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar menjadi nilai utama. Pasar juga berfungsi sebagai ruang sosial yang memperkuat relasi antarwarga, membangun kepercayaan, dan menjaga denyut kehidupan desa. Nilai-nilai inilah yang perlu dirawat dalam pengelolaan Pasar Baru Mangunjaya.
Ke depan, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi lokal. Pendampingan pedagang, peningkatan literasi digital dasar, promosi pasar melalui media sosial desa, serta pengelolaan yang tertib dan transparan menjadi langkah penting agar pasar mampu menjawab tantangan zaman. Digitalisasi tidak harus rumit, tetapi tepat guna dan sesuai dengan konteks desa.
Lebih jauh, Pasar Baru Mangunjaya diharapkan menjadi ruang inklusif bagi pelaku UMKM, petani, dan produsen rumahan untuk memperluas akses pasar. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pasar dapat berperan sebagai simpul ekonomi yang menghubungkan produksi lokal dengan kebutuhan masyarakat.
Peresmian pasar sejatinya bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama. Keberlanjutan pasar sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan, partisipasi pedagang dan masyarakat, serta keberpihakan kebijakan desa terhadap ekonomi rakyat.
Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, pasar tradisional tidak seharusnya ditinggalkan. Melalui pembangunan yang bersumber dari Dana Desa dan dikelola dengan visi yang jelas, Pasar Mangunjaya diharapkan mampu menjadi simbol desa yang unggul, raharja, mawacara, sekaligus penggerak ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin